Arena of Valor: Dampak Dari Joki Rank

Arena of Valor: Dampak Dari Joki Rank

Joki rank atau joki tier atau boosting rank di Arena of Valor atau game MOBA sejenisnya merupakan jasa meningkatkan rank atau tier di seorang player di game tersebut dengan dimainkan oleh orang lain yang memiliki skill lebih tinggi. Dengan menggunakan jasa joki atau boosting rank tentunya seorang player cukup duduk santai menunggu Char-nya selesai di joki hingga rank tertentu sesuai dengan kesepakatan sebelumnya.

Mungkin joki atau boosting rank di Arena of Valor ini sangat menguntungkan untuk para penjoki karena bisa mendapatkan penghasilan tambahan dari bermain game. Tetapi akan merugikan player lain yang ada di rank tertentu karena player yang di joki kemampuannya belum sampai disana. Disini saya akan sedikit mengulas dampak negatif dari joki rank di Arena of Valor.

1. Merugikan Player Lain

Kenapa saya katakan merugikan player lain? Karena jika ada player yang masih rank Silver di joki hingga rank Conqueror tentu akan sangat mempengaruhi permainan. Misalkan player yang di joki tersebut akan kalah di fase laning. Tidak hanya itu, player yang di joki gameplaynya akan sangat berbeda sekali dengan Conqueror pada umumnya. 

Player jokian ini membuat gameplay di rank yang harusnya bisa bermain dengan saling balas atau team fight yang seru malah menjadi berat sebelah karena salah satu player. Kalau jadi musuh sih enak, kalau jadi rekan tim ya tentunya membebani, apalagi picknya carry.

2. Tidak Mengerti Ban-Pick

Player jokian ini biasanya asal ban atau pick sesuka hatinya. Jujur, saya sedikit merasa kesal dengan player yang ngepick sesuka hatinya. Di awal ditanya mau pick apa, malah tidak menjawab. Giliran saya sudah ngepick hero jungler dan dia disuruh pick tank langsung autolock jungler lagi dengan alasan tidak bisa memainkan hero tersebut.

3. Tidak Mengerti Rotasi

Player jokian biasanya tidak mengerti rotasi sama sekali. Creep di lane belum di clear sudah roaming jauh banget dan alhasil tower di lanenya jebol. Atau saat si player jokian ini berhasil membersihkan lane malah meluk tower atau muter-muter gak jelas di tower sendiri. Se badplay-badplaynya tier Diamond-Conqueror pasti mengerti kapan harus meninggalkan lane dan membantu teman war.

4. Toxic

Player jokian ini biasanya merasa paling jago dan merasa paling berkontribusi di tim. Kebanyakan dari mereka jika ada anggota tim yang salah sekali saja langsung di blame habis-habisan. Padahal dia sudah melakukan banyak kesalahan di match tersebut. Alhasil player toxic seperti ini akan membuat kacau konsentrasi anggota tim yang lain dan mengacaukan permainan.

Tidak hanya itu, terkadang player seperti ini saat posisi kalah sudah pasrah atau ngethrow. Sengaja menjadi base laner atau diam di gajelas di base. Bahkan ada juga yang sengaja ngefeed musuh.

5. Merugikan Diri Sendiri

Tidak hanya merugikan player lain. Jika nada melakukan joki rank tentu akan merugikan diri anda sendiri. Dimulai dari dipertemukan dengan musuh yang bukan level anda saat matchmaking atau bahkan bisa saja char anda di botakin oleh penjoki, misalnya arcana yang anda dimiliki dijual. 

Tidak hanya itu, saya pernah melihat beberapa kasus di grup Arena of Valor ada penjoki yang tega ngetoxic menggunakan char clientnya hingga skor gamernya menjadi rendah dan penjoki tersebut tidak mau bertanggung jawab. Atau yang paling apes bisa saja char anda di hack oleh yang orang yang mengaku sebagai penjoki.

Sekian artikel Dampak Dari Joki Rank di Arena of Valor. Yap jika anda menggunakan jasa joki memang itu hak anda. Tapi alangkah baiknya jika anda berhasil mencapai suatu rank tertentu dengan usaha anda sendiri.

Jika anda stuck di rank tertentu anda bisa membaca artikel saya sebelumnya yaitu Tips Menaikkan Rank di Arena of Valor. Terima kasih.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Arena of Valor: Dampak Dari Joki Rank"

Posting Komentar